Home
Mekatronika
Teknologi Elektromedis
Desain Produk Mekatronika
Program Studi
Dosen
Karyawan
Mahasiswa
Civitas Akademika
Pelatihan
Desain Proses Otomasi
Manufaktur Komponen
Layanan
Pengumuman
Artikel
Penelitian
Download
Info
Kontak
MECBOT
  
Subscribe to Mekatronika Subscribe
 
BERITA KAMPUS

Senin, 17 September 2018 04:03:45
Program Student Exchange antara PMSD dengan Valaya Alongkorn Rajabhat University Thailand

 

Setelah kurang lebih 1 bulan menetap di Negeri Gajah Putih Saya Natalia Anastasya Tamusa  dan Stovany Ayu Valentine mewakili Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (PMSD) untuk program Pertukaran Pelajar (Student Exchange) dengan Valaya Alongkorn Rajabhat University, dengan segala puji syukur dan rasa bangga akhirnya kemarin Rabu, 12 September 2018 kami kembali menginjakan kaki di NKRI tercinta.

Bagi saya, sekedar bersyukur saja rasanya tidak cukup, pasalnya kesempatan yang Tuhan berikan kali ini merupakan salah satu pencapaian terbaik dalam hidup, tak pernah sedikitpun saya membayangkan berada pada posisi sekarang ini, tapi ya beginilah cara Tuhan bekerja, rencana-Nya tak bisa diselami.

Diizinkan Tuhan mengunjungi Negara Thailand, dengan tugas dan tanggung jawab yang luar biasa membawa nama baik Kampus dan Negara, bertemu dengan orang-orang yang membuat saya semakin percaya bahwa Kebaikan itu nyata, mendapatkan begitu banyak pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa, belajar budaya dan cara hidup masyarakat Thailand, dan banyak hal lain yang tidak pernah saya bayangkan.

Selama berada di Thailand, sebagian besar waktu kami dihabiskan untuk meneliti dan membantu proses pembuatan Automatic Wheel Chair (Kursi Roda Otomatis), pembuatan kursi roda ini merupakan project pemerintah Thailand untuk membantu Anak-anak penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan untuk berjalan sehingga harus dibantu menggunakan kursi roda, selain membantu anak-anak, pemerintah Thailand juga mendukung penelitian dan pembuatan berbagai macam alat medis dalam kategori life support untuk anggota militer Thailand yang menjadi korban peperangan antara lain, Automatic Wheel Chair dengan berbagai macam kontrol yang menyesuaikan dengan kondisi pengguna, Alat Exoskeleton yang dapat membantu menlindungi, menyanggah, dan melatih atau meningkatkan kemampuan bagian tubuh yang mengalami kelumpuhan (Pernah dipakai oleh Juliano Pinto, seorang atlit yang mengalami kelumpuhan pada bagian bawa tubuhnya, alat ini dipakai Pinto untuk menendang bola pada acara pembukaan piala dunia sepak bola 2014 di Brazil), Kasur Decubitus dan alat-alat lainnya.

Glad to know that, pemerintah Thailand menaruh perhatian khusus terhadap masyarakatnya yang memiliki keterbatasan dengan memanfaatkan dan mensupport teknologi yang merupakan karya dari masyarakat Thailand. Saya pribadi sangat berharap hal baik tersebut dapat dicontoh oleh pemerintah Indonesia sehinggah karya-karya dari anak bangsa dapat disupport dan dimanfaatkan untuk kemajuan Indonesia.

Selain mengambil bagian dalam penelitian dan pembuatan Automatic Wheel Chair, selama berada di Thailand kami juga melakukan kunjungan ke TDS Company dan Phramongkutklao College of Medicine dan belajar PLC Beckhoff di Valaya Alongkorn Rajabhat University.
Tentunya saya tidak akan bisa mendapatkan pengalaman yang luar biasa ini jika hanya mengandalkan kekuatan saya sendiri.

 

Soo, Terima Kasih banyak untuk Keluarga, yang selalu support Nata dalam keadaan apapun, yang tak pernah berkata "tidak" untuk semua Nata punya keinginan, yang selalu mengusahakan yang terbaik, memberikan semangat dan dukungan. Terima Kasih buat PMSD yang sudah mempercayakan tanggung jawab ini buat Saya dan Stovany, dan pihak-pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terima Kasih Banyaaak. (Natalia Anastasya Tamusa)